Apa itu Branding dan Mengapa Perlu Branding

Apa, Mengapa dan Bagaimana?

Alex Dhika


Branding, berasal dari kata brand yang berarti merek, jika dijelaskan secara ilmiah akan sangat panjang dan sangat rumit. Oleh karena itu, supaya tidak terlalu sulit untuk dipahami, di sini saya kan membahas tentang "branding" dengan cara dan bahasa yang sederhana.

Branding adalah tentang bagaimana sebuah merek baik itu merek dari produk maupun merek dari perusahaan dikenal oleh masyarakat luas. Dikenal sebagai apa? Nah di situlah nanti pentingnya positioning dalam branding.

Contoh :

KFC dikenal dengan posisi ayam goreng paling enak, jika kita mencari ayam goreng akan selalu teringat dengan KFC

McDonald's dikenal dengan burger nya, meskipun McDonald's juga menjual ayam goreng tepung akan tetapi asosiasi kita jika mendengar kata McDonald's akan terpikir ke arah burger bukan ke ayam goreng yang enak.

Unsur dalam Branding

Dalam branding ada banyak unsur yang bisa mengaitkan atau mengasosiasikan pikiran kita dengan suatu merek, antara lain :

  1. Nama merek

  2. Logo

  3. Warna

  4. Slogan

  5. Suara (Contohnya Sari Roti yang bunyinya : Sari Roti.. Roti Sari Roti..)

  6. Kemasan

  7. Tokoh (Contoh : Jika melihat Steve Jobs kita akan langsung terasosiasi atau terkait dengan brand Apple)

Manfaat Branding

  1. Sebagai pembeda.
    Hal ini sangat penting karena pembeda bisa jadi berarti terlepas dari persaingan bisnis. Jika Anda ingin keluar dari persaingan bisnis, Anda perlu jeli di sisi ini. Berbeda tidak selalu memiliki produk yang berbeda bisa jadi hanya brand atau merek nya saja yang berbeda.

  2. Merketing
    Jika branding suatu merek sudah jadi, akan menjadi marketing terbaik tanpa perlu ada tenaga lebih untuk menarik pasar. Contoh : Produk Apple akan selalu diburu oleh penggemarnya meskipun harganya mahal.

Bagaimana Cara Branding?

Branding harus mulai dipikirkan dan dikerjakan saat bisnis masih awal dibuat. Sering kali saya melihat beberapa UKM yang tidak ingin memikirkan branding dari awal, contoh : membuka soto ayam dengan nama "Soto Ayam". Ini kesalahan kecil yang berakibat besar, sejak dari semula buatlah nama yang mencerminkan posisi dari usaha Anda. Untuk memulai branding sedikitnya ada 2 tahapan :

  1. Kenali konsumen ideal Anda
    Ini penting untuk menentukan karakter dari brand yang akan dibuat. Contoh : "Pepsodent" dan "Close Up" di buat oleh produsen yang sama tapi dengan brand yang berbeda karena karakter dari konsumen idealnya berbeda.

  2. Buatlah Nama dan logo yang terasosiasi dengan karakter konsumen ideal Anda atau bisnis Anda.

Cara Branding Dengan Digital Marketing

Di era yang serba digital seperti sekarang ini, Anda perlu memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat proses branding merek Anda, sedikitnya ada 3 channel branding yang perlu segera Anda gunakan

  1. Domain dan Website
    Domain sangat vital dalam peran branding, bahkan ada banyak sekali kasus yang sampai ke meja hijau gara-gara memperebutkan nama domain. Domain adalah nama yang hanya bisa diregistrasi satu kali oleh satu registrant. Jadi belilah domain bahkan sebelum bisnis Anda buka.

  2. Sosial Media
    Buatlah akun di semua sosial media yang sedang trending dengan nama brand Anda. Hal ini untuk menjaga nama merek Anda tidak diambil oleh orang lain.

  3. Inbound Marketing Sebagai Branding
    Yang sedang hits di tahun-tahun terakhir ini, yaitu metode inbound marketing. Dengan menggunakan inbound marketing maka proses branding akan semakin lebih mudah dan lebih cepat. Saya menulis ebook khusus untuk membahas inbound marketing, Anda bisa mendownload nya secara gratis di sini.



Alex Dhika

res.partner(3,)