Rojokeling

Bisnis kerajinan limbah kayu yang unik di Malang

Muhamad Amirullah


Rojokeling Malang. Berbicara tentang limbah kayu, kebanyakan orang awam pasti melihatnya sebagai hal yang tidak berguna dan dibiarkan menumpuk begitu saja. Akan tetapi, di tangan orang yang kreatif, limbah kayu dapat diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Terdapat berbagai produk yang dapat diolah dari limbah kayu tersebut, seperti aksesoris fashion, kandang burung hingga furniture unik yang dapat menarik minat banyak konsumen. Di kota Malang sendiri, terdapat salah seorang pengusaha yang menyulap limbah kayu tersebut menjadi bisnis yang menguntungkan, yaitu Mario Corpiony Bennet atau yang lebih akrab di panggil dengan Bennet.

Beliau merupakan owner atau pemilik usaha dari Rojo Keling, sebuah bisnis  atau industry kreatif di kota Malang yang memproduksi banyak produk yang memiliki bahan baku dari limbah kayu. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain jam tangan kayu, kacamata kayu, lampu belajar hingga perancangan café yang semuanya berbahan limbah kayu. Dengan kesabaran dan kreativitas, produk yang ditawarkan oleh Rojo Keling tersebut mampu menarik minat banyak orang karena produk tersebut terlihat unik dari pada yang lain.

Pria berumur 34 tahun tersebut mendapatkan keahliannya ketika masih berada di lapas. Meskipun pernah terlihat kasus narkoba, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus semangat bekerja dan berkarya. Dari keterampilan yang didapatnya dari lapas Lowokwaru, Bennet mulai mengaplikasikan keterampilannya tersebut mengolah limbah kayu menjadi peluang bisnis yang mampu untuk mendapatkan keuntungan. Pada awalnya, beliau hanya membuat miniatur kapal saja, akan tetapi prospeknya dirasa kurang bagus karena pasarnya terbatas sehingga beliau memutuskan untuk mulai membuat kerajinan lain, seperti kacamata, lampu, interior, furniture  dan sebagainya.

Menurut beliau, tantangan terbesar dalam membuat furniture yang berbahan dasar limbah kayu ini adalah ukuran dari limbahnya tidak selalu sama bahkan ada banyak bekas paku yang masih menempel. Oleh karena itu, dalam mengolahnya dibutuhkan kerja keras dan kreativitas agar mampu membuat ukuran limbah kayu tersebut dapat sesuai dengan apa yang akan dibuat. Hal ini membuat setiap produk yang dihasilkan oleh Roko Keling memiliki ciri khas tersendiri dan tidak pernah sama seperti produk yang sebelumnya telah dibuat.

Untuk harga yang ditawarkan oleh Rojo Keling sendiri cukup bervariasi, untuk lemari sendiri sekitar  Rp 1,5 juta–Rp 2,5 juta untuk satu set, Rp 600.000–Rp 1,8 juta untuk satu set meja dan kursi. Untuk kacamata kayunya, sang owner memberikan branding dengan sebutan Sahawood yang juga bekerjasama dengan yayasan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Sadar Hati yang ada di kota Malang, Jawa Timur. Karena keunikannya, terdapat banyak produk dari Rojo Keling yang telah di ekspor hingga ke mancanegara, seperi Inggris dan Amerika. Jika Anda tertarik dengan keunikan produk yang ditawarkan oleh Rojo Keling, Anda dapat langsung mengunjungi galerinya di Jl.Kemantren 1 no. 11, Bandungrejosari, Sukun – Malang. Atau Anda juga dapat mengubungi kontaknya di nomor 081231191828 dan akun instagramnya di @ rojokeling.

Muhamad Amirullah

res.partner(7,)