Cara Mengelola Manajemen Stok Barang dengan Efisien

Muhamad Amirullah

Untuk mengelola inventaris atau stok barang sebuah bisnis secara efisien, Anda perlu melacak seberapa sering inventaris tersebut “berubah.” Ini berarti Anda harus melacak seberapa sering Anda menjual produk pada inventaris Anda secara keseluruhan. Ketika Anda menentukan jumlah stok barang yang Anda miliki selama sebulan, Anda pastinya hanya akan belajar tentang cara memesan hanya jumlah barang pengganti yang tepat. Dengan mengelola stok barang secara tepat akan membantu Anda menjaga anggaran pada bisnis Anda secara efisien. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan, oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara mengelola manajemen stok barang dengan efisien. Berikut adalah beberapa beberapa tips untuk memudahkan Anda mengelola stok barang pada bisnis Anda secara efisien:

1. Menilai jenis inventaris yang Anda simpan

Jika bisnis Anda merupakan sebuah bisnis yang harus memproduksi barang, maka Anda harus memiliki bahan baku yang tepat untuk menciptakan produk Anda. Untuk menjual barang jadi, Anda membutuhkan pasokan bahan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan penjualan Anda.

2. Mengetahui tren yang ada di pasaran

Jika beberapa barang dijual sementara yang lain tidak, ambil langkah-langkah untuk hanya menyimpan barang-barang yang bisa dijual. Kemudian Anda juga dapat menghapus beberapa item yang tidak diminati atau sedang tidak tren di pasaran dari inventaris Anda.

3. Menentukan jumlah barang yang Anda butuhkan

Pertimbangkan jumlah ruang penyimpanan yang Anda miliki serta berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengirimkan barang tersebut kepada Anda. Anda dapat memilih untuk menyimpan jumlah barang yang lebih kecil jika persediaan yang dibutuhkan sudah tersedia. Simpan persediaan yang lebih besar pada penyimpanan cadangan jika penataan ulang dan pengirimannya membutuhkan waktu yang lama atau jika Anda mungkin kehabisan barang untuk dijual. Selain itu, pertimbangkan juga apakah Anda menerima diskon volume atau pengiriman untuk pesanan dalam jumlah yang besar.

4. Mengindentifikasi tingkat persediaan

Atur ulang stok barang ketika Anda sulit untuk mendapatkan bahan baku untuk bisnis Anda  sehingga Anda tidak akan kehabisan inventaris. Ketahui juga berapa lamu waktu yang dibutuhkan untuk menyusun ulang pemesanan dan faktor yang menjadi penataan ulang barang tersebut.

5. Menjaga kualitas inventaris

Anda perlu untuk menjaga kualitas barang yang disimpan agar Andadapat  menerapkan FIFO (first in, first out), Hal Ini sangat penting jika Anda memiliki persediaan yang mudah rusak.

6. Melacak inventaris Anda

Jangan lupa untuk melacak deskripsi, nilai, lokasi, dan pemasok setiap item yang dibutuhkan oleh bisnis Anda. Catatlah tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyusun ulang setiap item. Jika Anda melakukan ini secara manual, gunakan kartu atau note untuk setiap produk. Gunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk melacak produk melalui sistem komputerisasi jika Anda melakukannya secara digital.

7. Ambil langkah untuk menjaga keamanan inventaris Anda

Perhatikan juga tanda-tanda jika terjadi pencurian oleh karyawan. Setel tag RFID untuk membunyikan alarm jika orang yang tidak berwenang bermaksud untuk memindahkannya. Tempatkan inventaris di lokasi aman yang memiliki akses terbatas hanya kepada individu yang bertanggung jawab untuk menangani inventaris bisnis Anda.

8. Menggunakan software ERP

Salah satu cara yang paling efisien untuk mengelola inventaris bisnis Anda adalah dengan mengaplikasikan  sistem POS atau software ERP. Program ini dapat diaplikasikan  pada cash register Anda untuk secara otomatis melacak penjualan barang  untuk Anda. Jika Anda masih merasa awam tentang software ERP, Anda dapat menyewa perusahaan jasa implementasi Odoo ERP yang terpercaya.