Beberapa Kesalahan dan Solusi Ketika Menggunakan Email Marketing

Muhamad Amirullah


Pada saat ini, terdapat banyak pebisnis yang mungkin telah mencapai posisi teratas sebagai merek (brand) paling berpengaruh, dikenal dengan operasi bisnisnya yang kompleks, pemanfaatan teknologi, dan lain sebagainya, semua ini mereka dapatkan melaui pemasaran produk dengan menggunakan email. Para pemilik brand ini hanya menggunakan taktik dan teknik cerdas untuk menarik perhatian pelanggan secara online dan metode ini dapat diadopsi oleh siapa saja dan semua orang.

Sudah bukan menjadi sebuah rahasia lagi jika pemasaran melalui email dapat bekerja dengan sangat maksimal jika anda menggunakannya secara benar. Sebenarnya, 80% pembeli lebih suka berinteraksi dengan para retailer melalui email dan dengan ROI (Return on Investment) yang lebih besar, sehingga pemasaran melalui email sangat cocok untuk semua skala bisnis. Namun sayangnya, terlepas dari banyaknya manfaat dari pemasaran melalui email, masih banyak beberapa pebisnis yang melakukan kesalahan ketika melakukan pemasaran melalui email. Berikut adalah beberapa kesalahan paling umum yang dilakukan ketika melakukan pemasaran melalui email :

Lupa untuk Memperkenalkan Diri

Pemasaran melalui email menawarkan cara yang efektif untuk mengenalkan merek Anda kepada para pelanggan lama dan pelanggan baru. Setelah Anda mengirim penawaran melaui email kepada mereka, maka kontak pertama ini adalah kesempatan terbaik yang harus dilakukan oleh Brand Anda untuk memulai percakapan reguler. Hal ini dikarenakan pada saat ini para konsumen mengharapkan untuk menerima email pengenalam, atau pesan ucapan terima kasih yang mendasar, paling tidak, pemasarannya setara dengan tujuan terbuka – namun terlalu sering kesempatan tersebut terlewatkan. Sebenarnya, 14% Brand tidak mengirimkan pesan (welcome emails), dengan hal ini mereka kehilangan kesempatan yang tersedia untuk membantu keterlibatan calon pelanggan. Dan untuk dampak terbaiknya, pastikan “Welcome Email” Anda memiliki baris subjek yang menarik yang menonjol dari seperti ajakan untuk bertindak yang jelas bagi penerimanya; dan memastikan bahwa pesan Anda telah dioptimalkan untuk smartphone (penelitian telah menemukan bahwa lebih dari sepertiga konsumen hanya menggunakan perangkat seluler untuk membaca email).

Membombardir Pelanggan dengan Konten yang Membosankan

Newsletters telah lama menjadi bahan pokok pemasaran email, newsletters menawarkan kesempatan bagi sebuah brand untuk memberikan informasi perkembangan terbaru dari produk anda dan beberapa penawaran menarik mereka. Namun, terlepas dari hal tersebut, ternyata hanya sekitar seperempat pebisnisr merasa bahwa newsletter menjadi sarana komunikasi yang efektif. Sebagian alasan mengapa hal ini mungkin berasal dari kurangnya newsletter yang ditargetkan dan dipersonalisasi. Beberapa penelitian sendiri menemukan bahwa 92% mengirimkan newsletter yang diikuti oleh penawaran, banyak di antaranya digambarkan oleh pelanggan sebagai hal yang tidak relevan atau tidak sesuai. Hal Ini harus diperbaiki. Jika digunakan dengan benar dan tertuju dengan baik, konten yang dipersonalisasi, dan penawaran pada waktu yang tepat maka newsletter dapat menjadi sebuah hal penting antara pelanggan dan brand Anda. Melalui konten yang dinamis, informative dan juga menghibur maka para pelanggan akan dengan senang hati membuka email pemasaran dari Anda.

Tidak Melakukan Closing

Bayangkan seorang pelanggan berjalan ke toko dan melihat isinya sebelum mengambil barang, membawanya ke antrian checkout dan kemudian tiba-tiba menjatuhkannya dan berjalan keluar dari toko. Ini akan menjadi pemandangan aneh di dunia nyata, tapi di dunia maya (online) hal ini merupakan kejadian yang sangat umum terjadi. Cart yang terbengkalai terjadi karena sejumlah alasan – mulai dari pelanggan yang terganggu hingga masalah situs web – namun tidak berarti transaksi penjualan hilang. Mengirim pengingat tentang Cart yang ditinggalkan bisa sangat efektif dalam mendorong pelanggan untuk kembali ke situs Anda dan menyelesaikan penjualan, namun hampir 60% retailer gagal menindaklanjuti peluang emas ini. Yang terpenting, sementara email pemberitahuan harus secara insentif dikirimkan kepada pelanggan untuk kembali ke situs Anda, tidak harus sampai memberikan diskon besar-besaran agar mereka kembali. Kirimkan notifikasi apa pun dari produk yang direkomendasikan melalui informasi garansi, hal ini dapat membantu memacu kunjungan kembali yang membuat bisnis Anda lebih baik.

Tidak meminta feedback

Sama seperti dalam hubungan apa pun, bila menyangkut komunikasi antara brand dan pelanggan, harus terdapat komunikasi dua arah. Tidak ada yang lebih membuat frustrasi daripada perasaan bahwa Anda belum pernah mendengarkannya, karena itulah meminta umpan balik (feedback) setelah melakukan pembelian adalah hal yang bijaksana (selama Anda bersedia bertindak berdasarkan feedback mereka). Mengirimkan Email pasca pembelian adalah cara mudah untuk menunjukkan bahwa Anda peduli dan menghargai pendapat pelanggan Anda. Namun, hampir setengah dari perusahaan tidak mengirim apapun. Manfaat lain dari meminta feedback dari pelanggan pasca pembelian adalah Anda akan mengetahui kekurangan dan kelebihan dari Brand yang dimiliki sehingga Anda dapat melakukan improvisasi secara berkala agar bisnis anda dapat maksimal.

Terlalu Banyak Mengirimkan Pesan

Konsistensi adalah hal yang sangat penting. Jika Anda tidak konsisten dengan email Anda, baik itu mengganti gaya tulisan tanpa melakukan research atau terlalu banyak mengirimkan pesan dalam satu hari, hal ini dapat membingungkan para pelanggan Anda. Perusahaan mengirimkan rata-rata empat email pemasaran per minggu, namun lebih pada kualitas, bukan kuantitasnya.

Email marketing tidak akan hilang meskipun jaman sudah sangat maju dan penelitian menunjukkan bahwa Email marketing akan bertahan lama. Semoga setelah membaca artikel tentang kesalahan yang dilakukan ketika menggunakan Email Marketing ini dapat membuat anda memahai dan menghindari kesalahan tentang Email Marketing.